TANGANI SI DIA DENGAN BENAR!

Minggu, 05 Desember 2010


Tiap pria butuh penanganan yang berbeda-beda sesuai dengan tipenya. Sayangnya, mereka tak datang bersama buku manualnya. Namun, Anda tak perlu gentar. Anda hanya perlu panduan yang tepat!

Coba tengok koleksi sepatu Anda. Barisan Christian Louboutin, Sergio Rossi, dan Roger Vivier yang tersusun rapi berdasarkan koordinasi rona. Well, seperti itulah pria. Bukan, ini bukan maksudnya merendahkan kaum Adam serupa dengan alas kaki. Tidak, sama sekali bukan. Namun, setali tiga uang dengan pria, sepatu-sepatu itu butuh atensi yang berlainan. Not to mention very precious also. Anda tentu akan memperlakukan pumps Christian Loubotin bermateri kulit berbeda dengan Roger Vivier yang terbuat dari satin dan berhiaskan ornamen. Ya, mulai dari cara mengenakannya sampai merawatnya biar tetap cantik. Begitu pula dengan kaum Adam. Tiap pria butuh perlakuan berbeda-beda sesuai dengan karakternya masing-masing agar Anda tak salah dalam menangani si dia. Dan, membuat jalinan cinta Anda kian kuat. Tapi bagaimana caranya? Jangan gusar! Soraya Salim, S.Psi., psikolog punya manuver praktis buat menghadapi tujuh tipe pria dengan karakter menantang!

Tipe #1
Si RupawanPria ini tampan. Itu sebabnya Anda langsung jatuh hati begitu dan menyambut cintanya akibat parasnya yang membuai. Tak masalah, sih, sampai Anda tahu bahwa ia menyadari betul akan pesonanya tersebut. Apalagi tiap wanita yang berada di dekatnya memuja dan berusaha untuk menggoda si dia. Memang, ia tak menanggapinya dengan serius. Namun, ia juga tak bertindak tegas terhadap para “penggemarnya” itu. Malah ia seolah menikmati segala atensi yang diberikan oleh mereka. Ini tentu bisa bikin Anda sebal bukan main melihat tingkahnya.
Harus Bagaimana? Pria tipe begini harus dikendalikan dengan strategi tarik-ulur. Anda harus pintar-pintar menyiasati waktu untuk menarik si dia lebih dekat dan menjauh darinya. Apa maksudnya? Sekali-kali egonya perlu Anda manjakan. Anda mesti memuja-mujanya dan bilang akan semua kelebihan yang ada. Kali lain, perlakukan dia secara wajar dan tak ada perhatian spesial. Kunci utamanya adalah membuatnya tergantung pada Anda. Penuhilah kebutuhan atau keinginan si dia. Dengan begitu, ia akan merasa aman lantaran Anda betul-betul piawai mengurus dirinya. Namun, ingat, jangan selalu berikan pujian padanya. Bikin posisi anda berbeda ketimbang para pemujanya lewat bentuk perhatian yang lain dari mereka. Anda pun menjadi istimewa di hati si dia. Tapi itu bukan berarti bahaya tak bisa mengintai. Anda masih harus berhati-hati dengan egonya. Hindari Anda terlihat lebih eksis dari si dia. Kenapa? Ia bakal merasa tersaingi dan terancam! Kalau sudah begini, ia bisa saja berpaling pada wanita lain yang diketahuinya betul memujanya. Dan, kembali menjadikan dirinya bersinar. Wah!

Tipe #2
Si SempurnaSegalanya harus berlangsung serba sempurna buat si dia. Ia harus menduduki puncak di kantor, mengincar apartemen mewah, dan hanya mau mengendarai mobil prestisius. Tempat tinggalnya juga begitu apik. Semua tertata tanpa cela. Begitu pula ketika sedang berkencan dengan Anda. Segalanya sudah terencana dengan baik. Si dia telah menentukan resto yang menjadi destinasi. Plus, menu yang akan Anda santap berdua! Tak berhenti di situ, ia sering mengkritik bahwa Anda merupakan persona yang kurang memerhatikan estetika. Pria ini acap mengomentari betapa berantakannya rumah Anda. Lain waktu, si dia juga mengapresiasi negatif tatanan table setting Anda ketika mengundang ia dan orangtuanya untuk makan malam bersama. Semakin total, ia juga menyarankan gaya rambut, pilihan riasan, dan opsi busana yang sesuai buat Anda. Atau, ehm, sempurna di mata si dia. No, he’s not gay!      
Harus bagaimana? Semenjak awal memadu kasih, Anda harus bisa bertindak cukup asertif, namun sesuai proporsi. Beritahukankanlah bahwa Anda punya privasi untuk mengatur diri sendiri. Ini maksudnya Anda mengatakan secara halus padanya kalau sebaiknya ia jangan coba-coba untuk menata hidup Anda sesuai dengan visinya. Sebaliknya, Anda juga tidak akan mengusik si dia dengan membatasi segala kesempurnaannya itu. Jadi, bila seiring berjalannya waktu ia mulai meluncurkan ide untuk merevisi penampilan Anda, ingatkanlah lagi akan komitmen tersebut. Anda bisa pula perlahan-perlahan mengenalkan si dia tetang dunia yang sesungguhnya tidak sempurna ini. Bagaimana caranya? Anda dapat mempertemukan ia dengan teman-teman yang pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya lantaran pola pikir mereka tentang dunia nan sempurna. Yang, sayangnya, dan tak bisa kembali bangkit. Lantas, boleh juga untuk mengenalkannya pada rekan yang pernah merasakan getirnya hidup, tapi sanggup kembali mengarungi hari-hari dengan lebih relaks dan mampu menyiasati kecenderungan perfeksionis mereka.  Nah, tentunya jangan sampai ia tahu bahwa ini adalah taktik Anda. Lagipula, jangan melemparkan penilaian padanya, tapi biarkan si dia belajar dari insan yang benar-benar mengalaminya agar tak salah paham.

Tipe #3
Si PatuhBegitu berbaktinya pada sang orangtua, si dia tetap mematuhi segenap titah yang diberikan tanpa kompromi, meski usianya bisa dibilang sudah matang. Ia juga tak pernah membuat keputusan sendiri atas segala sesuatu dalam hidupnya. Ayahandanya mendikte si dia soal tempat kerja yang harus dituju, rumah yang harus dibeli, pilihan mobil. Sementara ibunda menginstruksikan perkara penampilan dan wanita yang harus dinikahinya. Waduh!
Harus Bagaimana? Segera bikin aman kisah cinta Anda! Bukannya Anda bermaksud untuk menjauhkan si dia dari kedua orangtuanya. Namun, ajari dia untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Mula-mula ajaklah ia untuk membuat keputusan-keputusan kecil terlebih dulu bersama Anda seperti memilih resto untuk makan malam berdua atau memilih hadiah untuk kolega yang baru saja berulang tahun. Jangan lupa sertakan pujian dan bilang terima kasih bahwa Anda menyukai pilihannya. Teruskan trik ini dan tingkatkan lagi pada hal-hal yang lebih serius, namun masih berada di area pribadi si dia, semisal warna cat mobil yang sesungguhnya dikehendakinya ketika hendak membeli. Tetap pula beri dukungan untuknya agar berani menentukan opsi secara independen. Kemudian, beralihlah perlahan pada topik yang lebih berbobot dan beri dia argumen bila ia cenderung terus mengikuti pilihan orangtua serta keluarga ketimbang diri sendiri, atau pasangannya kelak. Tapi sebaiknya Anda jangan berkesan memojokkannya. Sebab, dijamin, ia bakal mempertahankan keputusan keluarganya lebih kuat nanti. Namun, Anda bisa berbincang dengan si dia untuk mempertimbangkan dampak-dampak yang mungkin saja dapat merugikan dirinya dan sekitarnya bila ia terus menuruti keputusan yang sudah dibuatkan. Yang tak kalah pentingnya juga adalah buat ia merasa memperoleh dukungan yang besar saat mengambil keputusan tertentu. Makanya, Anda harus tetap bersikap suportif dan sabar membimbingnya agar si dia menjadi lebih mandiri dan percaya diri terhadap semua keputusan dan opsi pribadinya.

Tipe #4
Si CuekWalau punya pasangan, Anda terlihat lebih banyak menghabiskan waktu dengan clique di patisserie luks dan mentandangi butik kegemaran. Semua ini lantaran pria Anda kerap bepergian seorang diri. Kadang ia juga lebih memilih untuk hang out bersama geng-nya ketimbang menemani Anda. Kali lain, si dia juga terlihat sibuk sendiri dengan hobinya. Bukan berarti si dia tak cinta pada Anda, hanya saja ia beranggapan bahwa memadu kasih tak harus selalu berdua dan mengorbankan kesenangan pribadi. Si dia memang cuek betul!
Harus Bagaimana? Anda harus belajar untuk mengerti bahwa area privasi si dia tetap harus terjaga, walau sudah berdua. Meski begitu, pria tipe begini ini bakal memberikan juga ruang bagi privasi Anda. Jadi, bila Anda banyak berkumpul bersama clique, bukan masalah buatnya. Selanjutnya, tengok kembali komitmen yang sudah Anda sepakati bersama di awal menjalin cinta dulu. Tentunya Anda sudah tahu, dong,  kecenderungan sikapnya yang cuek itu. Kalau Anda berdua memang sama-sama saling menghargai privasi dan bukan frekuensi atau kuantitas bertemu yang jadi atensi utama, maka perkuatlah kualitas hubungan cinta tersebut. Anda bisa saling mendukung tanpa mengganggu privasi masing-masing dan memaksimalkan waktu berdua yang minimalis itu.
Strategi lain yang bisa Anda lakukan adalah mengambil hati si dia dengan mendekatkan diri dengan dunianya. Jangan jauhi atau musuhi, tapi justru dekati. Namun, tetaplah waspada dan cari tahu juga bila si dia cukup nyaman dengan kedekatan Anda di dalam dunianya itu. Jika tidak ada masalah, Anda boleh maju terus dan menggunakan saat-saat tersebut untuk berdekatan. Si dia pun dapat melihat bahwa Anda juga bisa menikmati dunianya dan tak sekadar ribut minta perhatian. Namun, ada yang perlu perhatikan baik-baik. Pasang alarm bila ternyata si dia tidak bisa menyeimbangkan antara waktu untuk hobi atau hang out bersama teman-temannya dengan waktu dan atensi buat Anda. Sudah pasti ini perlu diskusi yang dalam untuk meninjau kembali kisah kasih Anda berdua. Sebenarnya sudah siap belum, sih, si dia menjalin cinta? 

Tipe #5
Si LekatPonsel Anda tak pernah berhenti berdering. Pesan singkat dari si dia datang tiap menit. Seolah itu semua belum cukup membuktikan cintanya, ia mengantar Anda ke tempat kerja dan menjemput saat malam menjelang tanpa pernah absen. Tak langsung pulang, ia betah mampir berlama-lama di rumah Anda saat mengantarkan Anda kembali ke rumah. Si dia juga gemar menguntai kata-kata mesra buat ANda tanpa putus. Mulanya segala atensi manis tersebut tentu menyenangkan. Tapi bagaimana bila tingkahnya tak kunjung mereda seiring dengan berjalannya waktu? Bukannya makin wajar, aksinya justru kian menjadi-jadi. Tak cukup berjumpa setiap hari, ia juga bertandang ke tempat Anda setiap akhir pekan. Meski sudah berkencan di hari Sabtu, Minggu ia kembali muncul pagi-pagi membangunkan Anda. Lebih mengerikannya lagi, ia mengganti cocktail kegemarannya agar serupa dengan favorit Anda, Cosmopolitan!
Harus Bagaimana? Pasti senang rasanya kalau kekasih begitu dekat dengan Anda. Terlebih lagi, ketika awal masa mulai berdua. Tapi kalau sudah berbulan-bulan tingkah si dia tetap konstan, tentu Anda gerah dibuatnya. Ada beberapa sudut pandang soal perkara ini. Anda bisa mencoba melihatnya dari sudut positif bahwa betapa beruntungnya Anda dihujani romantisme yang tiada hentinya. Namun, Anda juga perlu awasi baik-baik bila kedekatannya yang teramat sangat itu berubah menjadi sikap posesif atau bahkan psikopat. Anda tidak diberikannya ruang barang sedikit jua untuk bersosialisasi dengan insan lain, termasuk teman-teman, keluarga, dan rekan kerja. Gawatnya lagi, lama-lama ia menjadi sangat mudah cemburu buta bila melihat Anda berinteraksi dengan pria lain.  Kalau ini kasusnya, Anda perlu diskusi mendalam dengannya. Tekankan bahwa bila si dia mencintai Anda begitu besarnya, ia harusnya juga menginginkan Anda bahagia. Bukan hanya bahagia bersamanya, tapi juga bahagia bahwa Anda memiliki kehidupan bersosialisasi yang normal. Tak harus melulu bersamanya. Tanyakan pula besarnya cinta si dia pada Anda. Ini maksudnya untuk memberitahukannya agar tidak hanya menghujani Anda dengan kata-kata cinta, tapi juga pengorbanan memberikan ruang untuk bergerak. Begitu pula buat dirinya sendiri. Dengan demikian, Anda berdua tak jenuh dan rindu akan tetap menggebu.

Tipe #6
Si SinterklasSudah pasti, tiap wanita senang menerima hadiah dari pasangannya. Terlebih lagi, bila item tersebut spektakuler dan menjadi impian setiap wanita. Tapi bagaimana bila yang Anda terus jumpai adalah hadiah darinya dan bukan dirinya? Tentu Anda bisa kesal dibuatnya. Anda mengerti betul kesibukannya. Tapi itu bukan berarti bahwa hanya dia yang bisa menghubungi Anda. Itu juga kalau ia sempat. Louis Vuitton, Gucci, dan Alexander McQueen memang bisa membuat Anda yakin akan cintanya. Tapi, tentu saja, Anda juga butuh atensinya dengan cara yang lain, bukan?
Harus Bagaimana? Perlahan-lahan, jadilah kapten dalam biduk cinta tersebut. Ini berarti latih si dia untuk membuat rencana bersama. Jangan cepat menyerah dengan keputusannya, walau hadiah-hadiah menggiurkan itu terus mengalir. Anda  juga harus berani untuk sesekali bilang tidak atas agenda atau keputusan yang ia titahkan. Tapi minta si dia menunggu keputusan Anda, sehingga ia juga belajar merasakan ketidaknyamanan dari penantian yang tak jelas. Namun, tentu yang paling bijaksana adalah membicarakan tentang problem ini pada si dia. Plus, bahwa Anda kurang menyukai cara si dia mengungkapkan cinta. Siapa tahu selama ini si dia memang tak mengerti bahwa Anda merasa tak nyaman? Atau, hanya itu cara yang diketahuinya selama ini untuk membahagiakan wanita. Jadi, Anda jelas perlu mengutarakan isi hati dan cari solusi bersama agar Anda berdua sama-sama merasa bahagia.
| More

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63
:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar