Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Asyiknya Jadi Sobat Cadangan

Selasa, 07 Juni 2011


Memang ada beberapa hal menyebalkan dengan menjadi sobat cadangan. Nggak cuma selalu dinomorduakan, kita juga seperti nggak dianggap penting sama sobat. Maklum, kita kan cuma dibutuhkan kalau si sobat utama lagi berhalangan. Tapi, sebenarnya jadi sobat cadangan nggak seburuk itu lho. Soalnya ternyata ada juga hal asyik yang menguntungkan jadi sobat cadangan!

No Strings Attached
Karena cuma sobat cadangan, kita jadi nggak terikat sama si sobat. Alhasil, kita nggak punya kewajiban untuk selalu ada buat dia atau mendengarkan curhatnya setiap kali dia ada masalah. Kita selalu punya pilihan buat bilang “nggak” tanpa perlu merasa bersalah. Soalnya ikatan kita dan sobat cuma sekedar saja.

Waktu Luang
Indahnya menjadi sobat cadangan adalah si sobat cuma bakal memanggil kita kalau sobatnya nggak bisa atau kalau dia sudah sendirian banget. Kita nggak perlu menemani sobat ke mana-mana atau ikutan heboh dengan segala urusannya. Dengan begini, kita bakal punya lebih banyak waktu luang buat diri sendiri yang bisa kita manfaatkan buat banyak hal. Mulai dari ikutan les, nongkrong sama teman-teman lain sampai santai di rumah.

Lebih Banyak Teman
Menjadi sobat cadangan juga berarti kita nggak punya kontrak eksklusif sama si sobat. Makanya, kita bebas dari rasa cemburu si sobat, apalagi melarang kita berteman sama siapa pun. Nah, dengan begitu, kesempatan kita buat menambah teman bakal terbuka lebar dan bebas hambatan. Makanya, kita bakal punya lebih banyak teman daripada kalau kita jadi sahabat utama.
READ MORE - Asyiknya Jadi Sobat Cadangan
| More

Sahabat atau Teman?



Kita memiliki banyak teman, saking banyaknya agak sulit bagi kita untuk membedakan antara teman dan sahabat. Menurut ahli psikologi, David J. Lieberman dalam mencari teman sejati ada beberapa cara untuk mengetahui apakah dia teman sejati atau hanya berpura-pura menjadi teman. Coba kita tes kualitas pertemanan kita selama ini dengan poin-poin di bawah ini:

Perhatian
Coba ceritakan hal penting yang terjadi dalam hidup kita dan perhatikan reaksinya. Apakah dia menanggapi dan menanyai lebih jauh tentang hal tersebut?

Kesetiaan
Ceritakan sebuah rahasia teman dekat kita itu dan lihat apakah dia berkomentar atau tidak. Sahabat yang baik, pasti keberatan ketika kita menceritakan rahasia orang lain kepada seseorang termasuk dirinya.

Kebanggaan
Seorang sahabat akan bangga dengan prestasi kita dan tidak pernah iri dengan kesuksesan kita.

Kejujuran
Sahabat akan memberitahu segala sesuatu meskipun kita tak ingin mendengarnya.

Pengharapan
Share pengharapan-pengharapan kita, tapi jangan ceritakan seluruhnya. Lihatlah apakah dia mendesak kita menceritakan secara keseluruhan. Sahabat sejati akan menghargai semua pengharapan kita dan memberikan kita kesempatan meraihnya tanpa memaksakan keingintahuaanya.

Pengorbanan
Seorang sahabat rela dan tahu kapan waktunya untuk berkorban untuk sahabatnya, meskipun harus mengorbankan kesenangannya sendiri.
READ MORE - Sahabat atau Teman?
| More

Plus-Minus Sobatan Sama Cowo

Selasa, 22 Februari 2011


Banyak orang bilang, “Sobatan dekat sama seorang cowok, pasti akhirnya jadi jatuh cinta, deh.” Well, kalau ternyata saat ini kita sedang berteman dekat sama seorang cowok, berarti kita berhasil membuktikan kalau pendapat itu salah.

Tapi, bersahabat dengan kaum Adam ini memang berbeda. Selain beda sifat, seringkali kedekatan ini memicu gosip di sekitar kita. Kita cek, yuk…Apa aja sih enak-nggaknya punya sobat cowok?

Enaknya:
  • Sifat dasar seorang cowok yang melindungi dan care terhadap cewek, bikin kita merasa selalu dijaga olehnya. Yaa, itung-itung punya bodyguard pribadi, kan? Hehehe…
  • Katanya nih, cowok itu lebih bisa berkata jujur dan memberikan opininya menggunakan logika. Berbeda dengan sobat cewek yang biasanya lebih mengutamakan perasaan. Kadang kita butuh menggunakan logika kan, untuk memutuskan sesuatu?
  • Sobatan ini bisa dibilang bebas persaingan. Beda dengan bersahabat dengan sesama cewek. Nggak ada tuh rasa iri melihat penampilan sobat yang stunning, kalau kita bersahabat dengan cowok.
Nggak enaknya:
  • Sudah pasti, kemana-mana berdua bareng sobat cowok ini bisa bikin kita “mati pasaran”. Soalnya, banyak orang yang mengira kalau kita sudah punya pacar, sih!
  • Kalau kita sudah punya pacar, ada beberapa masalah yang mungkin timbul, nih. Yang pertama adalah pacar cemburu dengan keberadaan si sobat. Yang kedua, kalau pacar dan sobat nggak nyambung, akan lebih susah bagi kita untuk mengakrabkan mereka berdua. Karena ego cowok biasanya sama-sama besar.
  • Sifatnya yang cenderung praktis dan menomorduakan perasaan, kadang bikin sulit saat kita lagi pengin curhat panjang lebar. Biasanya sih, mereka cenderung nggak sabar untuk jadi pendengar yang baik.
READ MORE - Plus-Minus Sobatan Sama Cowo
| More

Cowok Nggak Bisa Lakukan Ini




Ternyata banyak hal-hal kecil dalam keseharian yang nggak bisa dilakukan cowok. Mau bukti nyata? Lihat saja dari kebiasaan saudara cowok (baca: adik atau kakak) kita.

Dari berbagai kegiatan di rumah, saudara cowok dan cewek punya perbedaan yang sangat besar. Kenali perbedaan tersebut dan pelajari lebih banyak tentang cowok. Umumnya, mereka nggak bisa:
  • Nonton sambil melakukan hal lain. Saat kita para cewek bisa nonton sambil makan, telepon, ngerjain peer bahkan kayang (bohong deng, hehehe..), cowok bisa dibilang sebaliknya. Coba perhatikan saat adik atau kakak cowok kita menonton teve, boro-boro melakukan aktifitas lain, diajak ngobrol saja nggak bisa.
  • Menata berbagai pajangan (dengan baik dan benar). Kayaknya mereka sulit banget deh, menempatkan bolpoint, frame, buku, dan lainnya. Kalaupun bisa, biasanya adaaaa saja yang salah. Entah tempat menaruh permen jadi tempat alat tulis, atau sebaliknya.
  • Membedakan pakaian bersih dan kotor. Ini maksudnya agak nyindir sih. Habis, cowok suka membiarkan baju kotor menumpuk begitu saja. Kadang malah menyatu sama yang bersih, plus ada kaos kaki dan sepatu bekas pakai di sekitarnya. Yuck!
  • Mencari barang kecil. Cowok punya kebiasaan cepat menyerah ketika kita minta tolong mengambil barang yang agak kecil di lemari, atau mencari kunci di laci. Ditambah lagi mereka protes mengenai kebiasaan kita menyimpan segala macam hal di satu tempat. Padahal dengan selayang pandang, kita bisa langsung menemukan lip gloss bahkan peniti dari laci kita.
  • Mendengarkan musik dengan volume normal. Di rumah, kita bisa menikmati musik dengan volume kecil, bahkan diselingi dengan menelpon atau mengobrol. Lain halnya dengan adik/kakak cowok. Mereka hobi menyetel musik kencang-kencang di kamar. Boro-boro deh musiknya bisa mengiringi mengobrol, yang ada malah berisik banget.
  • Ganti baju secara teratur. Mereka tuh nyaman pakai baju yang sama berhari-hari. Atau nggak ganti baju pas tidur. Eww!
READ MORE - Cowok Nggak Bisa Lakukan Ini
| More

Akrab Dengan Sobatnya Sobat

Meskipun kita dekat banget dengan sobat, bukan berarti dia nggak boleh berteman dengan orang lain kan? Jadi kita nggak boleh bete jika sobat lagi main sama temannya yang lain. Malah kita bisa coba untuk akrab dengan temannya sobat. Begini caranya:
  • Selalu ramah. Saat sobat lagi bersama temannya itu, jangan ragu untuk menghampiri mereka dan menegur. Kalau ada waktu, kita coba ikutan ngobrol bareng mereka. Satu lagi, tegur juga temannya sobat ketika ia sedang sendiri, alias nggak bareng sobat kita. Itu menandakan kalau kita memang ingin berteman dengannya.
  • Menjalin komunikasi. Add temannya sobat itu di FB, Twitter, dan Blackberry Messenger agar kita bisa tetap berhubungan dengan dia. Jangan sungkan untuk menegur dia duluan, atau memberikan kata selamat di statusnya ketika ia berhasil melewati ujian, atau ulang tahun.
  • Mengajak pergi bersama. Sekali-kali ajak teman sobat untuk ikutan hang out bareng kita dan sobat. Yang sederhana saja, seperti makan bareng sepulang sekolah. Agar kita bisa cepat dekat dengan dia.
  • Cari informasi. Jika kita merasa kurang cocok sama temannya sobat ini, jangan cepat menyerah. Coba kita kumpulkan informasi tentang kesukaan dia, jadi kita punya bahan obrolan yang menarik. Ingat pepatah, tak kenal maka tak sayang, kan?





READ MORE - Akrab Dengan Sobatnya Sobat
| More

Sobatan Anti Lengket

Minggu, 29 Agustus 2010

Gadis Cinta Melulu

Saking sayangnya sama sobat, kita sampai nggak mau pisah sedetik pun sama dia. Hm, padahal kita dan sobat kan juga harus punya kepentingan lain yang mesti dikerjakan sendiri-sendiri. Nah, sebelum kita dan sobat dijuluki “si kembar siam”, dan dianggap sulit membaur, ayo coba tip berikut:

Cari kesibukan lain. Jika kita dan sobat punya bakat dan minat yang beda, coba asah bakat di bidang masing-masing. Jangan hanya karena sobat ikut les balet kita jadi kepingin ikut juga. Padahal kita lebih suka main musik.

No Duplicate. Seru sih, kalau punya barang yang kembaran sama sobat. Tapi, jangan sampai semua barang kita sama persis dengan miliknya. Cukup beberapa saja seperti gelang persahabatan atau jaket kembaran.

Belajar sendiri. Maksudnya adalah, belajar melakukan semua sendiri. Misalnya, berani ke toilet sendiri atau ke kantin sendiri tanpa harus ditemani oleh sobat. Jadi, kita nggak akan tergantung sama sobat setiap kali ingin melakukan sesuatu. Karena kita nggak bisa bareng sobat di segala situasi, kan?

Hang out dengan teman baru. Coba deh kita mencari teman baru dan hang out sama mereka. Bukan berarti kita melupakan sobat lama, lho. Tapi, bukankah lebih asyik kalau kita punya banyak teman? Selain memperluas pergaulan, wawasan kita juga jadi lebih berwarna.
READ MORE - Sobatan Anti Lengket
| More

Hati-Hati: Ngomong Kasar ke Sobat!

Sabtu, 05 Juni 2010

Gadis 
Cinta Melulu

Biarpun judulnya teman akrab, kita tetap nggak bisa seenaknya ke sobat. Termasuk,  ucapan kita ke sobat. Kalau kasar, bisa bahaya!

Bahaya 1: Komentar “sambil lewat” kita yang terasa pedas di telinga, sangat mungkin menyulut kemarahan sobat. Ujung-ujungnya kita pun jadi berantem hebat.

Bahaya 2: Sahabat jadi merasa kalau dia juga berhak berkata kasar kepada kita. Kalau sudah begini nggak bisa protes, kan?

Bahaya 3: Dia nggak membalas, tapi dalam hati tersinggung berat. Hubungan persahabatan juga jadi nggak enak, dan terancam bubar.

Bahaya 4: Jadi bahan omongan orang-orang di sekitar kita. Bukannya mau usil, tapi mereka juga jadi gerah dengan ucapan kita.

Bahaya 5: Lebih jauh lagi, kita mendapat cap sebagai si mulut kasar, miss rese, dan lain sebagainya. Jika sudah terlanjur seperti ini, akan sulit untuk memulihkan nama baik kita.

So, think before you speak!
READ MORE - Hati-Hati: Ngomong Kasar ke Sobat!
| More

bikin sahabat kembali lagi ke kita

Sabtu, 15 Mei 2010



Namanya persahabatan, sekompak apapun, tetap saja ada masalah yang di dalamnya. Saat masalah meruncing, bukan nggak mungkin persahabatan pun bubar di tengah jalan.

Apa jadinya jika ternyata kita yang menjadi pemicu masalah dalam persahabatan, hingga akhirnya sahabat menjauh? Pasti sedih dan menyesal. Daripada terus menerus mengutuk diri sendiri, lebih baik ambil langkah di bawah ini untuk mengembalikan persahabatan kita.
  • Langkah pertama untuk memperbaikinya adalah kita harus tahu benar apa penyebab putusnya persahabatan kita. Masalah atau perkataan apa sih yang sampai membuat sobat sakit hati dan menjauh?
  • Minta waktu untuk bertemu dengannya dan menceritakan tentang rasa sesal yang kita rasakan. Tahap ini akan butuh kesabaran, karena belum tentu sobat mau langsung bertemu dengan kita. Jangan bosan untuk mencoba, ya.
  • Setelah mengeluarkan unek-unek, saatnya untuk minta maaf. Seandainya sobat masih susah untuk ditemui, kita bisa meminta maaf dengan mengiriminya kartu ucapan, SMS, atau e-mail.
  • Dengarkan apa yang akan dikatakan oleh sobat, meskipun yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata pedas, bahkan makian. Berikan ruang untuk sobat mengutarakan perasaannya juga.
Saat sobat sudah selesai mengungkapkan perasaannya, kita bilang ke dia, bahwa kita menginginkan persabahatan kembali. Ingat, jangan sebal dan marah ya kalau sobat menjawab “tidak”.  Just give your friend room to think it over.
READ MORE - bikin sahabat kembali lagi ke kita
| More

Berantem Hebat Sama Sobat

Senin, 26 April 2010

Gadis Cinta Melulu
Persahabatan nggak selamanya mulus seperti jalan tol. Ada kalanya, kita dan sobat   berantem. Hhh, kalau sudah begini rasanya malas untuk baikan lagi sama sobat...
 
Tapi, hari-hari kita juga sepi banget tanpa kehadiran dia. Nah, biar persahabatan bisa terjalin lagi, ada beberapa fase setelah perang yang harus kita lewati supaya hubungan persahabatan bisa damai lagi. Fase ini dimulai dari...

#1 Gencatan Senjata
Rasa pengin menjauh, malas membahas perkara, atau menghindari bertatap muka dan ngobrol sama sobat biasanya muncul sesaat setelah kita dan dia berantem besar. Tapi ini semua wajar kok. Soalnya, setiap orang memang butuh waktu untuk menenangkan diri dan mendinginkan pikiran sampai badai di hati kita nggak mengamuk lagi.

Durasi waktu yang diperlukan setiap orang untuk menetralisir perasaan juga beda-beda. Biasanya sih, adanya jarak bisa bikin kita saling kangen. So, nikmati saja dulu kesendirian ini. Tapi hati-hati, nikmatnya kesendirian kadang bikin kita lupa kalau masih ada masalah di luar sana yang belum beres. Kita harus berani membunuh gengsi dan segera bangkit ke fase selanjutnya.

#2 Evaluasi Perang
Kepala sudah dingin, hati pun sudah tenang, berarti sekarang saatnya kita bisa review lagi, apa yang menyebabkan perang besar sampai terjadi. Sebelumnya, hapus dulu perasaan dendam atau prasangka buruk ke sobat. Karena kalau masih tersisa, akan sulit menganalisa masalahnya dengan jernih. Buntutnya, justru kita sibuk menyalahkan sobat, padahal bisa jadi itu nggak sepenuhnya kesalahan dia.

Lalu, coba juga untuk menempatkan diri kita di posisi sahabat, karena itu akan membuat kita bisa melihat suatu masalah dari banyak sisi.  Terkadang nggak selamanya yang kita pikirkan itu benar semua, lho. At least, kalau ternyata sobat berbuat salah karena keadaan, kita bisa ikut berempati sama dia.

#3 Duduk Bareng
Di fase ini, biasanya kita sudah mulai bisa terbuka dan mencoba untuk menerima lagi keberadaan sobat. Kita nggak lagi keliling sekolah untuk menghindari sobat atau mulai senyum dan menyapa saat papasan sama dia.

Nah, kalau sudah mulai akrab, buka lagi jalur komunikasi kita. Bisa lewat chatting, SMS, e-mail, telepon, atau langsung mendatangi dia. Ngobrolnya pun bisa dimulai dari hal-hal yang umum. Setelah suasana makin enak, baru deh kita ngobrolin tentang perseteruan kita. Siapa tahu kita bisa meluruskan masalahnya juga. Dengan saling terbuka, kita bakal makin mengenal satu sama lain dan memperkuat persahabatan kita juga, lho.

#4 Baikan Lagi, deh
Kalau memang sobat terbukti salah, sediakan ruang di hati buat maafin dia, yuk! Tahan keinginan kita untuk mengungkit-ungkit kesalahannya. Kalau kita masih setengah hati memaafkan sobat, persahabatan kita bakal terasa nggak nyaman karena masih ada sesuatu yang mengganjal di hati. Setelah hati plong karena nggak ada lagi kebencian, kita dan sobat bisa bikin “perjanjian-perjanjian” baru, nih. Supaya, nggak ada lagi kesalahpahaman.
READ MORE - Berantem Hebat Sama Sobat
| More

BEST FRIEND FOREVER...

Minggu, 18 April 2010
Ini dia, nih, tipe sahabat yang wajib kita miliki!

1. Peka, nih
Sahabat yang baik bisa 'membaca' suasana hati kita tanpa perlu penjelasan panjang lebar. Misalnya kita lagi bad mood gara-gara kena semprot bos. Meski kita ikutan ha-ha-hi-hi saat ngumpul bareng teman-teman kuliah, sahabat ngeh, tuh, kalau sebenarnya ada yang nggak beres dengan kita. Dia bisa menebaknya dari raut wajah atau gesture tubuh kita.
Berkat kepekaannya, dia pun memperlakukan kita lebih halus dibandingkan biasanya. Jika teman-teman yang lain meledek kita dengan candaan sadis, dia nggak bakal ikut-ikutan dan cenderung membela kita. Selamat, deh, he he he....

 2. 'Tong sampah'
Mulai dari masalah pacar, rekan kerja hingga tugas kuliah, sahabat bersedia mendengarkan semua keluh kesah kita. Bahkan di tengah malam dia nggak keberatan menerima telepon karena tahu kita mau curhat tentang nyokap yang sakit.
Pastinya dia nggak cuma sekadar jadi tong sampah, dong. Dia juga menunjukkan simpati dengan menanyakan hal-hal yang menyangkut masalah kita. Intinya, nih, komunikasi berjalan dua arah!

3. Si pencari akal
Saat kita bingung memilih tawaran pekerjaan, sahabat memberi saran berkualitas. Dia bisa, tuh, menjabarkan plus minus beberapa pilihan sesuai kondisi kita. Pas kita berencana putus dari pacar, dia juga memberi masukan. Dengan kata lain, nih, sahabat membantu kita untuk memecahkan berbagai masalah! Enak, kan, nggak perlu jauh-jauh mencari bala bantuan, he he he....
READ MORE - BEST FRIEND FOREVER...
| More

Punya Temen sOk luar NEGERI!!

Sabtu, 13 Maret 2010

   

Ih... makin lama, gaya teman kita itu makin nyebelin deh! Dia belagu banget! Sedikit-sedikit ngebanggain tentang liburannya kemarin ke London! Sebentar-sebentar mulai pamer baju, tas, sepatu sampai jam tangan baru yang dia beli di sana! Huuh... kenapa sih dia kok jadi sok luar negeri kayak gitu?


Hmm... jangan kelamaan sewot dulu. Sikap teman kamu yang sering banget menyombongkan diri kayak gitu dan berlagak serta memuji produk luar negeri setinggi langit, memang susah buat dihindari. Buat usia remaja kayak kita ini, pasti kita lagi pengen banget dianggap eksis, keren dan lebih dibanding teman-teman yang lainnya. Mungkin kita juga suka menyombongkan diri, meskipun mungkin dengan cara berbeda. Keinginan buat mendapat pengakuan inilah yang seringkali bikin kita jadi lupa siapa diri kita sebenarnya. Buat remaja seumuran kita, proses pencarian jati diri jadi hal penting.

Selain itu, sadar atau nggak sadar, lingkungan di sekolah, di rumah, di tempat gaul, dan tempat-tempat lain yang berhubungan dengan dunia kita, seringkali menganggap produk-produk luar negeri itu hebat. Contohnya, banyak banget selebriti cewek yang jadi ikon remaja dan gaya mereka ditiru habis-habisan. Dengan anggapan, biar tampil keren seperti idola mereka. Nah, secara nggak sadar, kita juga suka ngikutin gaya mereka kan? Misalnya trucker hat yang waktu itu sempat booming lantaran sering dipakai Paris Hilton. Atau gaya punk rock Avril Lavigne dengan celana selutut dan boots-nya yang bikin kita juga ikut-ikutan. Atau gaya Britney yang seksi dengan tanktop dan rok mininya.
   

Semua ini sah-sah aja kita ikuti. Tapi mestinya dengan satu syarat, kita nggak lupa siapa diri kita dan mesti pintar memilah-milah mana yang pas buat kita. Segala sesuatu yang baik dan keren buat idola kita, belum tentu keren juga buat kita kan? Salah-salah malah jadi tampil aneh deh. Selain itu, penting banget buat kita bisa punya filter. Maksudnya, kita juga perlu menyaring dong, mana aja yang perlu kita tiru. Dan mana aja yang ngak perlu ditiru. Bukan berarti gaya Kelly Osbourne yang gothic dan keren tapi ternyata kelakuannya bandel itu, mesti kita telan dan tiru bulat-bulat kan? Jadi, kalau pengen dibilang eksis, mendingan jadi diri sendiri aja.

READ MORE - Punya Temen sOk luar NEGERI!!
| More

Duh, berantem sama teman nih!



Situasi kayak gini nggak asyik banget! Padahal tadinya cuma ngobrolin hal sepele dan nggak penting gitu. Eh, nggak tahunya kok malah jadi saling ngotot dan berantem deh!
   

Cari tahu dulu
Apa sih yang bikin kita jadi ribut? Kali ini, kita berlagak jadi sutradara yang bikin cerita flashback. Coba kita runut lagi, gimana sih kejadian awalnya sebelum kita ribut? Obrolan apa yang pertama kali kita mulai bareng pacar atau teman tersebut? Terus, kita ingat-ingat lagi deh, gimana bisa sampai jadi ribut sama dia? Dengan nge-flash back lagi kejadian sebelum kita berantem, kita jadi tahu apa penyebab dari semua keributan ini. Dan langkah selanjutnya adalah....

Tanya sama diri sendiri....
Apa memang perlu semua keributan ini terjadi? Siapa tahu, ternyata semua ini cuma kesalahpahaman yang sebenarnya nggak perlu terjadi. Soalnya, kadang-kadang kita suka kepancing emosi dan jadi adu ngotot yang nggak penting deh. Tadinya cuma sekadar bercanda, nggak tahunya malah jadi berbuntut panjang.
   

Pacar atau teman jadi keki dan akhirnya jadi adu ngotot dan berantem deh. Atau mungkin sebenarnya dia nggak bermaksud bikin kita sebel. Tapi kita salah nanggapin dan akhirnya jadi kepancing emosi dan 'meledak' deh. Jadi, kalau kita udah tahu bahwa semua keributan ini cuma sekadar salah paham, kenapa nggak...

Minta maaf aja.
Nggak perlu gengsi buat minta maaf. Apalagi kalau kita sadar bahwa semua ini karena kesalahan kita. Lagipula, berani mengakui kesalahan sendiri, bukan berarti kalah kok, tapi justru kita berhasil keluar jadi 'pemenang' karena kita berhasil ngalahin ego kita yang nggak penting. Pacar atau teman pun pasti bakal menghargai kedewasaan kita. Dan akhirnya... situasi nggak enak gara-gara berantem tadi, jadi mencair deh. Nggak ada lagi sebel-sebelan, bete-betean dan adu cemberut yang nggak penting. Katanya hidup ini cuma sekali, jadi kenapa nggak kita bikin jadi seindah mungkin dengan saling sayang satu sama lain? Setuju kan?
READ MORE - Duh, berantem sama teman nih!
| More

Tetap Bersahabat, Sekalipun Jauh




Gak perlu sedih berlama-lama saat sahabat harus pindah sekolah atau pindah kota. Kalo emang niat, saat ini udah banyak cara untuk tetap menjalin kedekatan dengan sahabatmu.

Hello power

Alat komunikasi saat ini sudah bukan benda asing lagi dong, tetapi daripada sekadar mengirimin sms atau email dan chat, cobalah mengatur jadwal untuk tetap berhubungan via telepon setidaknya sebulan sekali.
   
Snail mail

Untuk saat-saat istimewa, seperti ultah sahabat atau memeringati special moment di antara kalian, coba deh lakukan sesuatu yang berbeda. Kirimin sahabatmu kartu yang cantik, dan sesuai dengan perayaan. Sertakan juga foto terbarumu, sekadar up date aja... bingkisan unik kecil yang dikirimin via paket pos juga bisa menjadi cara menjaga pertemanan. Siapa sih yang gak suka dapet bingkisan?

Ketemuan

Setelah beberapa lama berpisah, gak ada salahnya dong kalo kamu dan sahabat merencanakan untuk bertemu dan bersenang-senang berdua. Kamu bisa datang ke kota tempat tinggal sahabat, atau sebaliknya. Lakukanlah kegiatan bersama seperti dulu lagi. Pastilah menyenangkan. Memang sih agak mahal juga biayanya kalo sahabatmu saat ini tinggal di lain pulau, atau bahkan di luar negeri. Tetapi kamu pasti bisa kalo mau menabung untuk membiayai perjalanan ini. Gak nyesel deh...
READ MORE - Tetap Bersahabat, Sekalipun Jauh
| More

Hadapi Teman Yang Gak Tulus



Setelah beberapa saat berteman, kamu baru nyadar kalo kamu lagi butuh dukungan, temanmu cenderung ngeles. Tapi pas giliran dia butuh, tanpa sungkan dia minta bantuan dan dukunganmu.

Hubungan pertemanan kayak gini memang gak ok. Temanmu gak fair banget. Sebagai teman yang baik, kamu berkewajiban mengatakan hal ini padanya. Bingung melakukannya? Coba deh cara ini.

  •  Sebelum nuduh temanmu ngeles dari kewajibannya mendukung dan membantumu, cobalah memastikannya. Mintalah batuan secara langsung padanya tentang apapun yang kamu pikir sangat mampu dilakukannya. Kalo temanmu ngeles, dan tidak membantumu maka sudah dipastikan bahwa dia tidak mau berbagi.
  • Langkah selanjutnya adalah cobalah memperlakukan temanmu sebagaimana dia memperlakukanmu. Jika ia merasa sikapmu berubah, karena menolak membantunya, maka ia akan bilang. Gunakan kesempatan ini untuk membahas topik ini. Katakan secara jelas dan baik-baik, bahwa kamu sebenarnya merasa tidak nyaman memperlakukannya demikian, namun sebenarnya ia telah sering melakukan hal tersebut padamu.
  •  Perhatikan reaksi temanmu. Jika ia memang sayang padamu, maka ia akan berusaha memahami penjelasanmu ini, dan mengubah sikapnya. Tetapi jika ia bertindak sebaliknya, bahkan berbalik menuduhmu; maka sebenarnya kamu sudah punya cukup bukti untuk dipertimbangkan, apakah dia OK untuk dipertahankan sebagai teman, atau justru sebaliknya.

READ MORE - Hadapi Teman Yang Gak Tulus
| More

Cara Mudah Nambah Teman



Ada yang bilang mending punya sedikit teman dan akrab, daripada punya banyak teman tapi gak akrab. Sebenarnya hal ini gak aneh kok, dan kebanyakan orang memang hanya punya sedikit teman dekat, alias sahabat. Tapi kalo kamu sampe merasa gak punya teman, nah ini baru perlu prihatin.

Sebelum menyalahkan lingkungan, coba dulu deh introspeksi diri. Siapa tahu, kita yang memang kurang “hangat”, jadi berkesan gak mudah dideketin. Paling gak, gak perlu malu berbagi senyum kalo papasan mata, atau berhadapan dengan seseorang.

Nah kalo sikap kita udah diperbaiki, saran dari para ahli hubungan interpersonal untuk mencari teman adalah menemukan seseorang yang punya minat atau hobi sama. Kondisi ini bisa bikin kalian sharing tentang minat atau hobi yang sama itu, dan saling mengisi. Mau gak mau setelah itu, kalian akan lebih sering menghabiskan waktu bersama untuk melakukan minat atau hobi yang kebetulan sama itu.

Gak susah juga kan ternyata nyari teman... yuk!
READ MORE - Cara Mudah Nambah Teman
| More

7 Cara Punya B.F.F

 
   

Persahabat antara cewek beda banget dibandingin para cowok. Kalo cowok cenderung deket karena mereka beraktivitas bareng. Tapi cewek jadi deket karena sharing aka berbagi hidup. Hubungan yang khas ini menurut para ahli psikologi bikin cewek jadi lebih PD, dan punya prinsip kuat. Wow… How lucky we are!

Tapi persahabatan perlu dirawat. Tentu aja selain saling percaya dan tulus, ada beberapa hal praktis yang bisa kamu lakukan, seperti:

  •  Tunjukkan rasa sayangmu. Berbagi majalah, sesekali beliin cokelat kesukaannya bisa jadi kejutan manis. Tapi kirim SMS joke lucu juga OK lho!
  •  Dengerin dia. Saat dia curhat karena sedih, pastiin kamu menghiburnya, dan waktu dia hepi, kamu mestinya senang dong. Bertanyalah kalo kamu gak jelas atau gak paham maksud. Dengan cara ini kamu memberi support untuknya.
  •  Pastiin gak ada apapun yang bisa bikin kalian ribut. Gak karena rebutan cowok cakep, gak karena kamu batalin acara tiba-tiba karena diajak pergi sama geng lain.
  •  Jaga rahasianya. Dia percaya sama kamu, jadi jangan dikhianati dong..
  •   Selalu berpihak padanya demi kebenaran, walaupun dia lagi gak ada. Kalaupun ada yang kamu gak suka dari sikap sohibmu, katakan secara pribadi, jangan di depan banyak orang.
  •  Kalo lagi berantem, jaga kata-kata, jangan menyerang dan membentak. Katakan saja kekecewaan dan kemarahanmu baik-baik.
  •   Minta maaf kalo bikin salah. Gak perlu malu atau gengsi.
READ MORE - 7 Cara Punya B.F.F
| More

Sobat Jadi Penyelamat



Selain buat teman yang bisa diajak senang-senang, hunting barang unik di toko kecil, ngegebet cowok keren di tim basket sekolah lawan, tempat curhat 24/7 tentang apa saja, fungsi seorang sobat pun bisa jadi penyelamat paling top buat kita di mata ortu nih.

Bagian dari keluarga
Bukan cuma sekadar punya hubungan yang dekat sama kita, sebaiknya sobat kita pun bisa dekat dengan ortu, kakak, adik atau penghuni rumah yang lainnya. Jangan cuma jemput kamu buat main dan langsung pergi lagi, tapi kamu juga bisa ngajak sobat buat makan bareng sama ortu, main di rumah, tanding play station bareng adik kamu. Pokoknya, jadikan sobat kamu bagian dari keluarga kamu. Kalau sobat kamu adalah orang yang spesial buat kamu, berarti dia juga harus bisa dekat dengan keluarga kamu yang nggak kalah spesialnya.

Keuntungannya
Punya sobat yang bisa dekat dengan keluarga kita, jelas bisa mendatangkan keuntungan tersendiri buat kita lho.
  • Punya orang kepercayaan ortu. Berhubung ortu sudah tahu dan kenal siapa sobat kita, jadi  aman deh, kalau kita mau minta izin pulang agak malam, hehehe.
  • Menghindari masalah. Keakraban sobat dan keluarga, terutama ortu, bisa membantu membuka mata ortu tentang kehidupan yang kita jalani. Dengan ortu lebih kenal dunia kita, kemungkinan untuk berantem lebih kecil.
  • Ada penengah. Kalau lagi ribut sama ortu, sobat bisa jadi penengah kita. Minimal ortu pun bisa bertanya ke sobat kamu, dan begitupun sobat kamu bisa menjelaskan dengan netral tentang sikap dan keinginan kamu.
  • Alarm hidup. Sobat yang akrab sama ortu, sudah pasti hafal banget aturan di rumah kita. Jadi, kalau ketemu sama kondisi yang bahaya, sobat bisa mengingatkan kita, deh.
Bisa makin kompak. Karena sudah diterima di rumah, otomatis pertemanan kita dan sobat bisa lebih nyaman. Dia nggak akan sungkan lagi buat main ke rumah, karena sudah dianggap seperti rumah sendiri.
READ MORE - Sobat Jadi Penyelamat
| More

Awas, Miss Kutu Loncat

Jumat, 26 Februari 2010

Gadis 
Cinta Melulu
Sobat kita berpindah ke lain hati alias punya sobat lain dan ninggalin kita begitu saja? HUAAAAA..!!!
Pernah nggak mengalami kejadian seperti itu? Sudah berusaha baik sama teman, ternyata kita malah ditinggalkan dan disakiti pula. Kalau mengutip peribahasa, ini sih “air susu dibalas air tuba”!
 
Sebenarnya, siapa sih yang termasuk “kutu loncat” itu? Terus, ciri-cirinya apa saja?
  • “Kutu Loncat” adalah sebutan buat seseorang yang senang meninggalkan teman, tanpa alasan jelas. Pokoknya, tiba-tiba orang ini menghilang dari kita, dan ketika muncul sudah bersama teman barunya.
  •     Oknum “kutu” biasanya terlihat supel dan mudah bergaul. Itulah yang membuat dia mudah diterima lingkungan baru.
  •     Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah, Miss Kutu suka membicarakan orang lain. Dia tampak hafal sekali siapa saja yang pelit, sombong atau genit, padahal sebenarnya dia lagi ngomongin para korbannya sebelum kita.
  •     Lama kelamaan, seorang “kutu loncat” terkesan seperti parasit. Hafalkan pola pendekatannya, misalnya mendadak manis demi bisa sekelompok dengan kita pada ujian Fisika, atau memuji-muji dress baru kita biar bisa dipinjam olehnya. Makanya, hati-hati bila mendadak ada teman yang baik banget sama kita. Apalagi kalau sebelumnya nggak terlalu dekat, tapi dalam sekejap menjadi super ramah dan perhatian. Kalau aneh begini, bisa jadi ada maunya tuh.

Ada berikut ada beberapa trik ampuh yang bisa kita lakukan untuk menangkis aksi oknum “kutu”, yaitu:
  • Sebaiknya, jangan terlalu cepat membuka diri ke orang yang tiba-tiba mendekati kita untuk berteman. Bukannya berprasangka buruk, tapi  ini artinya kita waspada.
  •     Jangan mau terus-terusan dimanfaatkan oleh oknum “kutu”. Boleh kok menolak permintaan dia nebeng, dengan alasan kita harus jemput mama di kantor. Atau menolak meminjamkan uang, dengan bilang uang kita pas-pasan.
  •     Risiko bertindak sedikit keras begini pada Miss Kutu, adalah dia akan menjauh. Hal ini bisa dijadikan alasannya untuk meninggalkan kita, karena kita sudah nggak bisa dimanfaatkan. Tapi itu lebih baik, kan? Buat apa berteman kalau nggak tulus?
  •     Saat dia tiba-tiba menghilang atau nyuekin kita tanpa sebab, bisa jadi dia  mulai “meloncat”. Boleh kok kalau mau SMS langsung, misalnya, “Kok gue dicuekin, sih? Punya teman baru, ya? Hehehe..” Menyindir tapi secara halus.
    Kalau Miss Kutu ngomongin kita di belakang, ajak dia bicara empat mata. Jelaskan baik-baik bahwa kita mendengar gosip nggak enak yang konon berasal dari dia. Terserah mau mengaku atau nggak, yang penting dia tahu kalau kita terganggu dengan tindakan itu.

READ MORE - Awas, Miss Kutu Loncat
| More