Tampilkan postingan dengan label film favorit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film favorit. Tampilkan semua postingan

Dear Galileo

Selasa, 07 Juni 2011


Cherry (Chutima Theepanarth) dan Noon (Jarinporn Junkiet) adalah dua sahabat yang punya masalah masing-masing. Untuk melupakan masalah mereka, akhirnya mereka memutuskan traveling ke Eropa. Dalam perjalanannya, mereka menemukan banyak kejadian seru, tapi bukan berarti masalah mereka menghilang, bahkan bertambah.

Cherry merupakan murid pintar dan berprestasi. Sudah banyak piala dan penghargaan dari universitas yang diterima olehnya. Hal itu membuat ayah dan adiknya sangat bangga. Namun, kesialan menimpanya dan membuat dirinya bermasalah dengan seorang dosen. Sedangkan, Noon sedang patah hati karena baru saja putus dari pacarnya.
Suatu hari, mereka nekat ingin berkeliling Eropa agar bisa melupakan masalah dan bersenang-senang. Sebelum melakukan traveling, keduanya pun berjanji, untuk nggak meninggalkan satu sama lain.

Namun, perjalanan yang mereka tempuh nggak mudah. Selain harus mencari uang dengan susah payah untuk bertahan hidup di negeri orang, mereka harus melarikan diri dari pihak keamanan yang seringkali mendeportasi penduduk gelap. Namun, ada hikmah positif di balik semua itu. Noon bisa bertemu dengan cowok yang menyenangkan bernama Tum (Ray McDonald). Cherry juga memperoleh peluang untuk mewujudkan mimpinya yang hampir hilang, yaitu menjadi arstitek.

Saat semuanya terlihat menuju akhir yang bahagia, tiba-tiba Noon ditangkap kepolisian Italia. Apa yang akan terjadi? Apakah Cherry akan kehilangan sahabat terbaiknya? Mampukah Cherry bertahan di Italia sendiri, sementara di 2 negara sebelumnya, Inggris dan Perancis, dia selalu ditemani oleh Noon?

Film ini sangat menggambarkan persahabatan yang kompak dan tahan ujian. Selain itu, mengajari kita supaya nggak lari dari masalah dengan cara yang nekat! Setting film dari berbagai negara merupakan modal utama dari film ini, sehingga membuat cerita semakin hidup dan berwarna. Sayangnya, alurnya agak datar dan kurang membuat penonton terbawa emosi.

Dear Galileo
Kategori: Film
Sutradara: Nithiwat Tharathorn
Pemain: Chutima Theepanarth, Jarinporn Junkiet, Ray McDonald
Produksi: Cinematographer, 2009
Rilis di Indonesia: Mei 2011
READ MORE - Dear Galileo
| More

Gnomeo & Juliet

Selasa, 22 Februari 2011


Pernah dengar dong cerita legendaris Romeo & Juliet? Nah, ini ada versi animasi yang bertokoh kurcaci dengan judul, Gnomeo & Juliet. Kisah cinta kurcaci ini berlatar belakang sama karena masing-masing keluarga bermusuhan.

Cerita bermula dari kedua tetangga yang selalu bermusuhan. Yang satu punya rumah bercat biru dan yang satunya lagi punya rumah bercat merah. Di halaman belakang mereka masing-masing ada kebun yang dipenuhi hiasan patung kurcaci. Ketika penghuni rumah sedang pergi, semua kurcaci jadi bisa bergerak dan punya kehidupan. Makanya nggak heran deh, kalau pemilik rumah suka marah-marah karena halaman belakang mereka tiba-tiba jadi berantakan.

Sama seperti penghuni rumah, para kurcaci juga terbagi dua, antara kurcaci bertopi merah dan biru. Mereka saling bermusuhan, suka bikin pesta, membuat kekacauan dan mengadakan lomba balap dengan mesin pemotong rumput. Seperti yang dilakukan oleh Gnomeo (James McAvoy) si kurcaci bertopi biru dan Tybalt (Jason Statham) si kurcaci bertopi merah. Tybalt suka bermain curang dan mengakibatkan para kurcaci bertopi biru kesal. Namun, di tengah permusuhan yang terjadi, Gnomeo malah jatuh cinta dengan Juliet (Emily Blunt) yang berasal dari kalangan topi merah. Apakah mereka bisa bersatu? Atau nasib mereka akan tragis seperti Romeo dan Juliet?

Cerita dalam film yang tokoh animasinya diisi oleh banyak artis senior yang keren ini memang sudah mendarah daging. Namun, nggak meninggalkan sisi kreatif yang mengambil sisi dari kehidupan sehari-hari kurcaci. Sangat lucu dan menghibur. Selain itu, dari sisi moralnya, film yang disutradarai oleh Kelly Asbury ini juga mengajarkan kita untuk melupakan dendam, memaafkan dan berdamai dengan musuh.

    Gnomeo & Juliet
Kategori: film bioskop
Sutradara: Kelly Asbury
Pengisi Suara: James McAvoy, Emily Blunt, Jason Statham
Rilis di Indonesia: Februari 2011
Produksi: Rocket Pictures, 2011

Mariska Tracy – Foto: Istimewa
READ MORE - Gnomeo & Juliet
| More

Film-Film “Hijau”

Rabu, 02 Juni 2010

Gadis 
Ngobrol

Ada “genre” film baru nih, namanya film “hijau”, alias film yang menyampaikan pesan peduli bumi.

The Inconvenient Truth – Davis Guggenheim (dibintangi oleh Al Gore)
Film ini mendokumentasikan perjalanan Al Gore, mantan Wakil Presiden AS, saat memberi presentasi di berbagai belahan dunia tentang global warming. Di akhir film, para penonton diberikan saran-saran mengenai tindakan yang dapat kita lakukan sehari-hari untuk mengurangi terjadinya global warming.

Avatar – James Cameron (dibintangi oleh Sam Worthington, Zoe Saldana)
Setting cerita film ini memang di bulan Pandora, namun kondisinya sangat mirip dengan bumi. Diceritakan bahwa suku Na’Vi yang tinggal di Pandora, hidup bahagia karena sangat menghargai alam. Kita nggak perlu pindah ke Pandora untuk bisa seperti suku Na’Vi; kita hanya perlu menjaga dan merawat alam dan lingkungan agar nyaman dan damai untuk kita tinggali.

Princess Mononoke – Hayao Miyazaki (dibintangi oleh Yoji Matsuda, Yuriko Ishida)
Anime produksi Studio Ghibli ini menyajikan cerita tentang perjuangan para penghuni hutan dan roh-roh pelindungnya melawan manusia serakah yang merusak hutan. Di sini kita dapat melihat bencana yang timbul saat alam “marah” akibat perbuatan manusia yang merusaknya.

Earth – Alastair Fothergill & Mark Linfield (narasi oleh Patrick Stewart, James Earl Jones, Paolo Bonolis)
Film dokumenter ini mengajak kita melihat bagaimana hewan-hewan di berbagai belahan dunia berusaha bertahan hidup akibat perubahan iklim yang merupakan efek global warming. Kalau kita nggak mau hewan-hewan ini punah, yuk, kita kurangi efek global warming dengan merawat lingkungan dan menghemat energi.

The 11th Hour – Nadia Conners & Leila Conners Petersen (narasi oleh Leonardo DiCaprio)
Pembahasan mengenai perubahan sistem kehidupan yang terjadi di bumi, mulai dari global warming, menipisnya sumber daya alam, sampai punahnya beberapa spesies flora dan fauna, dapat kita lihat di film ini.
READ MORE - Film-Film “Hijau”
| More

Nightmare on Elm Street

Minggu, 23 Mei 2010

Gadis 
Try It

Film: Nightmare on Elm Street

Setelah 26 tahun, akhirnya sineas Hollywood memutuskan untuk membuat kembali film horor yang melejitkan tokoh Freddy Krueger. Walaupun banyak pecinta horor yang menunggu kehadiran film ini, tapi kenapa Wes Craven, sang sutradara film pertamanya, malah tidak senang?

Mimpi Dibunuh
Kris Fowles (Katie Cassidy) nggak pernah menyangka kalau makan malam sama pacarnya, Dean Russell (Kellan Lutz), malah menjadi awal dari malapetaka besar yang menimpanya. Saat makan malam itu, Dean tidak sengaja tertidur di meja makan. Tahu-tahu Kris dan pelayan restoran yang bernama Nancy Holbrook (Rooney Mara) melihat Dean menggorok lehernya sendiri saat tidur.

Sejak itu, Kris sering mimpi didatangi oleh pria dengan penuh bekas luka bakar yang mengaku sebagai Freddy (Jackie Earle Haley). Entah kenapa, Kris punya ketakukan sosok pria menyeramkan itu bisa membunuhnya melalui mimpi. Saking takutnya, Kris sampai meminta bantuan mantan kekasihnya, Jesse Braun (Thomas Dekker), untuk menemaninya tidur.

Tapi sesaat setelah Kris terlelap, Jesse menemukan Kris telah tewas bersimbah darah. Tidak berapa lama setelah Jesse ditangkap polisi dengan tuduhan membunuh Kris, ia juga tewas ketika tertidur dalam sel penjara. Hal ini membuat Nancy, sang pelayan restoran, jadi penasaran sekaligus takut. Soalnya, kini alam tidurnya sering dihantui oleh sosok Freddy. Apakah Nancy juga akan dibunuh?

Wes Craven Bete
Kabar film ini akan di-remake telah tersiar sejak dua tahun lalu. Namun, pada saat proses produksinya dimulai tahun lalu, Wes Craven yang tidak lain tidak bukan adalah sutradara ternama film Nightmare On Elm Street versi lama jadi bête. Soalnya, ia nggak diajak sama sekali dalam proses pembuatannya. Bahkan, diminta untuk menjadi penasehat dalam pembuatan film versi baru ini pun nggak.

Kebalikan dengan Wes Craven, Robert Englund yang berperan di sebagai Freddy Krueger di film Nightmare on Elm Street 26 tahun lalu, malah mengaku senang dengan film ini. “Sudah saatnya film ini dibuat kembali. Apalagi dengan teknologi CGI yang kita miliki saat ini, pasti akan sangat bagus untuk menggambarkan mimpi-mimpi yang dimasuki oleh tokoh Freddy,” ujar sang aktor gaek yang namanya melejit berkat film Nightmare on Elm Street. 
READ MORE - Nightmare on Elm Street
| More

Film Killing Coyote

Selasa, 04 Mei 2010

Gadis 
Aksi

Judul: Killing Coyote
Sutradara: Doug Hawes-Davis

Dalam waktu 1 tahun, sekitar 400.000 ekor coyote alias anjing hutan mati dibunuh. Baik itu dalam perlombaan memburu yang berhadiah uang, sekedar pemburuan iseng, sampai jebakan para peternak yang merasa kehadiran anjing-anjing ini mengganggu mereka. Karena tidak dianggap sebagai binatang langka yang jumlahnya dikhawatirkan punah, maka perburuan coyote tidak dilarang. Namun Doug Hawes-Davis, sutradara film ini mengambil sudut pandang manusia sebagai pemburu yang membunuh coyote secara brutal hanya untuk kesenangan belaka. Dan kalau praktek itu terus dilanjutkan, dikhawatirkan jumlah coyote akan menurun drastis dan akhirnya punah.
READ MORE - Film Killing Coyote
| More

Iron Man 2

Sabtu, 01 Mei 2010

Gadis 
Try It

Setelah sukses dengan Iron Man pertama, kini sekuelnya siap mengulangi kesuksesannya. Tapi, tahu nggak sih, ternyata sang sutradara malah kelimpungan mencari tokoh antagonis yang pas.

Iron Man Pelit!
Setelah Tony Stark (Robert Downey Jr.) mengaku ke dunia kalau dirinyalah orang dibalik sosok Iron Man, kehebohan pun terjadi. Dan ia tidak hanya menjadi sasaran pers, tapi juga pemerintah. Soalnya, pihak pemerintah menuntut Tony untuk memberi peralatan canggih Iron Man agar bisa dibuat duplikatnya. Namun Tony merasa keberatan dengan paksaan tersebut karena ia takut perlatannya disalahgunakan.

Karena Tony tetap “pelit”, maka pemerintah bekerja sama dengan Justin Hammer (Sam Rockwell) yang notabene adalah saingan Tony, untuk membuat duplikat peralatan Iron Man. Siapa sangka persaingan Justin begitu mendarah-daging, sampai-sampai ia rela bekerja sama dengan Ivan Vanko (Mickey Rourke) untuk membuat perlatan canggih khusus untuk balas dendam kepada Iron Man. Waduh!

Ribetnya Cari Musuh
Melihat kesuksesan Iron Man, Jon Favreau sang sutradara sudah langsung punya niat untuk membuat trilogi dari superhero yang narsis ini. Tapi, ia sempat kebingungan dalam menciptakan karakter musuh yang harus dilawan oleh Iron Man.

“Tadinya saya pengin bikin musuh Iron Man adalah karakter Obadiah Stane yang berubah menjadi Iron Monger. Tapi karakter Obadiah Stane sudah menjadi musuh utama di film Iron Man yang pertama. Lalu saya punya ide pengin menjadikan karakter komik bernama Mandarin untuk menjadi musuh di film Iron Man 2. Cuma setelah dipikir-pikir, karakter itu terlalu fantastis,” jelas Jon.

“Akhirnya kita menggunakan karakter Ivan Vanko sebagai karakter antagonis di film ini. Karakter ini adalah gabungan dari karakter komik Backlash dan Crimson Dynamom,” tambah Jon yang mengaku rela rapat berulang kali dengan para penulis komik agar bisa mendapatkan karakter antagonis yang pas ini.
READ MORE - Iron Man 2
| More

Hari Untuk Amanda

Sabtu, 10 April 2010


Sebagai manusia yang normal pasti ingin mengalami yang namanya pernikahan. Bersatunya dua anak manusia untuk mengikat janji hidup semati dalam suka dan duka merupakan moment yang penting dalam kehidupan. Tapi apa yang Anda lakukan jika calon pasangan Anda terlalu sibuk dengan pekerjaannya dikantor sehingga tidak sempat untuk mengurus segala sesuatu persiapan pernikahan nanti padahal waktu tinggal 10 hari. Apalagi ditambah kehadiran sang mantan pacar yang membuat cinta lama bersemi kembali sampai membuat Anda ragu dengan pernikahan Anda.

Hal tersebut terjadi pada Amanda yang diperankan oleh Fanny Fabriana dalam film Hari Untuk Amanda. Menceritakan tentang satu hari perjalanan dengan sang mantan, Hari (Oka) yang menemani Amanda untuk mengantarkan undangan pernikahannya.

Angga Dwimas Sasongko yang duduk sebagai sutradara mengemas film ini cukup simple namun bisa membuat penonton ikut terhanyut dalam setiap adegan. Anda akan ikut merasakan bagaimana rasanya menjadi Amanda yang dihadapkan situasi untuk memilih calon suaminya yang super sibuk atau mantan pacarnya yang memberi kejutan saat detik-detik mendekati pernikahannya.

Hal tersebut tidak bisa terlepas dari kekuatan naskah yang tulis oleh Gina S. Noer (Perempuan Berkalung Sorban, Queen Bee) bersama suaminya Salman Aristo(Catatan Akhir Sekolah, Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi). Lewat naskah tersebut juga terdapat petikan-petikan dialog yang akan terselip di ingatan Anda. Mulai dari cuma bahasa slengean ‘santai kaya dipantai, slow kaya di pulau’, Dojing...Dodi Anjing, sampai yang akan menyentuh hati, ‘menikah bersama yang kamu mau atau yang kamu butuhkan’.

Akting setiap pemainnya cukup menjanjikan. Pemilihan Oka, Fanny, dan Reza untuk berakting dalam film produksi MNC Pictures ini sangat tepat. Mereka berhasil membuktikan dirinya sebagai aktor atau aktris yang bisa berakting dengan natural. Saat Fanny makan dirumah makan Padang sambil menangis, Oka saat melontarkan celetukan-celetukan santainya, adalah bagian yang Saya favoritkan.

Anda juga akan merasakan dengan sentuhan-sentuhan yang sangat real dengan keadaan pada umumnya. Bagaimana perselisihan yang terjadi antar dua keluarga dalam menyusun rencana resepsi penikahan, kedua calon pengantin yang meributkan mulai dari masalah kartu undangan, fiting baju, sampai masalah catering saat resepsi.

Tidak hanya itu, penggambaran kota Jakarta juga berhasil dilakukan oleh Angga. Pasar Mayestik, Sabang, Blok S, sampai pasar malam dengan nuansa malamnya yang akan membuat Anda bergumam, “Wah, Jakarta banget”. Belum lagi penempatan back sound lewat Alexa, Pure Saturday, Music 4 Sale, yang sangat tepat hingga bisa membuat mendramatisir adegan.

Film yang pantas untuk direkomendasikan, penuh makna, dan sangat real dengan kehidupan sehari-hari. Dari seluruh tulisan ini, Anda kira Anda bisa menebak bagaimana ending ceritanya? Hemm, tunggu dulu. Karena cerita dalam film ini sungguh sangat sulit ditebak. Nah bagi Anda yang ingin melangsungkan pernikahan tidak ada salahnya deh, untuk  menonton film ini terlebih dahulu. Yaa...mungkin akan mendapat pencerahan tentang pernikahan!
READ MORE - Hari Untuk Amanda
| More

The History of HOAX

Jumat, 26 Maret 2010


Kalo kamu sering pakai kata “hoax” di internet, udah tau belum sejarahnya kata tersebut? Hoax adalah suatu kata yang digunakan untuk nunjukin pemberitaan palsu. Bisa juga diartikan usaha untuk menipu pembaca atau pendengar supaya percaya sama suatu hal. Biasanya kata-kata ini memang biasa dipakai di dalam forum-forum internet. Sejarah pemakaian kata ini juga berasal dari sebuah film berjudul “The Hoax” loh. Film drama Amerika ini disutradarai oleh Lasse Hallstrom dan penulis skenario William Wheeler. Film ini diadaptasi dari buku berjudul sama oleh Clifford Irving yang menceritakan biografi Irving sendiri, serta Howard Hughes yang ikutan membantu menulis. Kabarnya nih, banyak kejadian dalam buku Irving yang diubah atau dihilangkan loh dari filmnya. Sampai akhirnya Irving minta agar namanya dihapus dari credit title film. Ckckck.. Sangat mungkin hal ini disebabkan karena plot naskah film yang nggak sesuai dengan isi novel aslinya. Nah, sejak saat itulah, film Hoax dianggap sebagai film yang mengandung banyak kebohongan sampai akhirnya para pengguna internet memakai istilah hoax untuk menggambarkan suatu kebohongan.
READ MORE - The History of HOAX
| More

'HACHIKO: A DOG'S STORY', Kisah Persahabatan Abadi

Minggu, 21 Maret 2010


Ada yang bilang kalau anjing adalah teman terbaik manusia. Mungkin tidak salah juga kalau melihat kisah yang dialami oleh Parker Wilson (Richard Gere) dan anjing kesayangannya. Kisah persahabatan Parker dan anjing bernama Hachiko ini bahkan mampu memberikan inspirasi pada seluruh warga kota tentang makna persahabatan sesungguhnya.

Pertemuan antara Parker dan Hachiko pun sebenarnya terjadi tanpa sengaja. Hachiko adalah anjing tanpa tuan yang ditemukan Parker saat ia pulang kerja. Parker sebenarnya bermaksud mencari pemilik Hachiko untuk mengembalikan anjing ini namun saat usaha itu tak menemui jalan Parker akhirnya memutuskan untuk memelihara Hachiko.

Setiap hari Hachiko selalu mengantar Parker ke stasiun saat pria yang bekerja sebagai dosen ini berangkat kerja. Dan setiap sore pula Hachiko datang menjemput Parker ke stasiun saat ia pulang kerja. Suatu ketika, Parker berangkat kerja seperti biasa namun tak pernah kembali ke stasiun itu. Parker meninggal sebelum ia pulang. Hachiko yang tak tahu kalau majikannya telah tiada tetap datang setiap sore berharap bertemu Parker lagi.

Hari berlalu dan sembilan tahun sudah Hachiko selalu datang ke stasiun untuk menjemput majikannya. Meski Hachiko tak pernah lagi bertemu Parker namun Hachiko tak pernah menyerah.

Menguras air mata. Sepertinya hanya itu kalimat yang paling tepat menggambarkan film berjudul HACHIKO: A DOG'S STORY ini. Kisahnya sendiri sebenarnya tak bisa dibilang baru karena kisah persahabatan antara manusia dan anjing memang sudah berkali-kali dituangkan ke layar lebar. Kalaupun ada yang menarik hanyalah gambaran kesetiaan Hachiko, sang anjing, yang tetap datang ke stasiun menunggu tuannya datang meski pada kenyataannya tuannya tak pernah kembali lagi.

Entah mengapa namun perasaan bahwa ada yang salah dengan film ini seolah tak bisa lepas dari benak saat menyaksikan film terbaru Richard Gere ini. Akting Richard Gere jelas tak perlu dipertanyakan sementara track record sutradara Lasse Hallström yang juga sempat menggarap film CHOCOLAT dan DEAR JOHN juga meyakinkan. Naskah yang dikerjakan Stephen P. Lindsey juga tak terlalu bermasalah meski sebenarnya ia bisa lebih mengembangkan kisah ini jadi sesuatu yang lebih luas.

Memang ada kesan bahwa keseluruhan kisah HACHIKO: A DOG'S STORY ini terlalu singkat untuk dijabarkan menjadi film sepanjang 104 menit. Beberapa karakter yang ada di stasiun kereta api sebenarnya bisa dibuatkan subplot sehingga bisa mendukung alur cerita utama. Tapi kalaupun itu diperbaiki, tetap saja ada sesuatu yang terasa janggal dari film ini. Setelah lama mencoba mencari jawabnya, ada satu kemungkinan yang terpikir. Sepanjang film, kesan yang terasa kuat adalah aroma Asia.

Meskipun para karakter utama dalam film ini sudah diganti dengan pemeran berkulit putih namun kesan Asia yang dibawa oleh kisah aslinya sepertinya masih belum bisa hilang. Sayang saya belum berkesempatan menonton versi asli dari film ini sehingga tak mungkin membuat komparasi antara kedua film ini. Tapi terlepas dari itu semua, HACHIKO: A DOG'S STORY tetaplah sebuah film yang sangat menarik

Genre:Drama
Release Date:August 8, 2009
Director:Lasse Hallström
Script:Stephen P. Lindsey
Producer:Richard Gere, Bill Johnson, Vicki Shigekuni Wong
Distributor:Sony Pictures Entertainment
Duration:104 minutes
Budget:-
Official Site:www.hachithemovie.com
READ MORE - 'HACHIKO: A DOG'S STORY', Kisah Persahabatan Abadi
| More

RESENSI FILM SANG PEMIMPI : Cara Mudah Pergi ke Sorbonne!

Kamis, 31 Desember 2009


Resensi Film Sang Pemimpi

Jelajahi kemegahan Eropa hingga Afrika yang eksotik! Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne.
Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montequieu, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra, dan seni hingga mengubah peradaban ...." (Sang Pemimpi, hal 13).

RESENSI FILM SANG PEMIMPI


Rating : 3000 bintang dari 5 bintang!

Inilah filmnya para kaum pemimpi. Dreamers..

Bagaimana mungkin anak-anak biasa, orang-orang dari kampung di pedalaman, atau anak-anak yang bersekolah di sekolah reyot yang nyaris roboh, bisa-bisanya bermimpi pergi ke Paris, ke Sorbonne? Tempat menara Eiffel berada? Dan berhasil sampai kesana?

Caranya mudah. Tidak perlu keajaiban, tidak perlu keberuntungan. Itulah yang akan anda dapatkan dalam film gres yang baru saja saya tonton, ”Sang Pemimpi”, satu lagi karya spektakuler dari Mira Lesmana dan Riri Riza, dari novel sang genius Andrea Hirata.

Impian, segila apapun, bisa terwujud. Tidak perlu keajaiban apapun, asal anda tahu caranya! Bagaimana cara persisnya? Mudah, belajarlah dari orang-orang sukses, orang-orang yang impiannya telah terwujud. Mereka akan menunjukkan caranya. Jadi bagaimana caranya?

Di Sang Pemimpi, Ikal yang di Laskar Pelangi berteman akrab dengan Lintang, disini mempunyai teman baru, sepupunya bernama Arai dan Jimbron yang tambun. Arai, yang baru saja ditinggal mati orangtuanya ternyata adalah anak yang selalu ceria, spontan, dan optimis. Sedangkan Jimbron sedikit lugu, tidak secerdas Ikal dan Arai, tapi baik hatinya, dan tergila-gila pada kuda. Menonton film koboi, Arai jadi ingin jadi koboi, Ikal ingin jadi Indian, Jimbron, ingin jadi kuda..

Ikal, Arai, dan Jimbron yang sudah SMA bersekolah di SMA Negeri "Bukan Main" kampung Manggar di Belitung. Bayangkan saja, anak-anak kampung dari keluarga sangat sederhana (miskin), yang ayahnya hanya ”kuli” di PN Timah, dari desa yang sangat jauh dari kota, tapi bisa sampai berpikir untuk sekolah di Paris.

Anda bayangkan betapa banyak anak-anak di kota, bahkan dari kalangan berada pun banyak yang tidak terpikirkan secuilpun untuk bermimpi sedahsyat itu. Tapi ada yang memprovokasi mereka untuk berani bermimpi ke Paris. Ini bukan cerita novel biasa, bukan sekadar khayalan. Ini adalah kisah nyata Andrea Hirata, ini adalah kenyataan. Anak-anak kampung ini berani bermimpi, dan berhasil.

Jadi bagaimana caranya ke Sorbonne? Bagaimana caranya, untuk mencapai kesuksesan besar? Merebut impian-impian besar?

Inilah Rumusnya :

1. Bergaulah dengan orang-orang optimis dan cerdas seperti Arai (dan Lintang di Laskar Pelangi). Carilah teman-teman yang unggul, dekatilah guru-guru yang pintar, hormati dia. Lingkungan yang unggul dan bersemangat akan membentuk anda.

2. Banyak-banyaklah membaca seperti Andrea Hirata, anda akan kelihatan lebih pintar, dan anda akan jadi lebih pintar.

3. Jadilah yang terbaik dengan bekerja dan belajar penuh semangat. Kalau anda yang terbaik di sekolah anda, anda bisa kuliah di universitas terbaik. Kalau anda terus belajar dengan penuh semangat dan menjadi terbaik disana, anda akan dapat.... beasiswa, ke Sorbonne! Gampang kan?

4. Kalau anda merasa tidak sepintar itu, baca saja. Baca buku-buku yang bagus dan menyenangkan. Jangan baca buku-buku yang membosankan. Baca saja.

5. Ingatlah selalu kedua orangtua yang sangat menyayangi anda. Mereka telah berjuang dan berkorban demi anda. Berjuanglah untuk mereka, buatlah mereka begitu bahagia dengan apa yang anda akan raih.


Itulah rumusnya agar anda bisa pergi ke Sorbonne, atau meraih apapun impian-impian besar anda. Kalau anda punya impian besar, dan anda berjuang mati-matian untuk mendapatkan impian itu, maka anda akan mendapatkan yang terbaik.

Dan ini berlaku untuk anda semua, apakah anda masih sekolah, kuliah, atau kerja di kantor, inilah kunci kesuksesan besar. Cara sederhana bagaimana impian-impian besar akan terwujud. Kalau anda berusaha yang terbaik, anda akan bertemu orang-orang terbaik, dan masuk ke lingkungan terbaik.

Pada cerita Sang Pemimpi ini, para inspirator Ikal bukan lagi Bu Muslimah dan Pak Harfan, tapi Pak Balia yang muda dan tampan dan Pak Mustar sang Kepala Sekolah yang super disiplin. Pak Balia inilah yang menginspirasi Ikal untuk berani bermimpi pergi ke Paris. Dia juga membesarkan pikiran anak-anak pemimpi ini dengan kata-kata besar dari para tokoh besar, dari Gandhi, Kennedy, sampai (tentu saja) Rhoma Irama..

Pak Mustar yang galak, ternyata juga lalu memberikan inspirasi besar yang sangat menyentuh bagi Ikal. Pak Mustar membuat Ikal yang pernah hampir menyerah, karena ia hanyalah anak dari kampung dan anak orang miskin, untuk bangkit lagi semangatnya untuk berjuang dan menjadi yang terbaik. Adegan Pak Mustar berbicara dengan Ikal adalah salahsatu adegan paling menyentuh di film ini.

Film Sang Pemimpi memberikan sentuhan emosional yang lengkap. Anda bisa tertawa mengikuti kegilaan anak-anak yang beranjak remaja ini, gembira, tersentuh, mungkin menangis, dan juga akhirnya terinspirasi.

Bagi saya karakter-karakter yang aktingnya menonjol disini adalah akting sang kepala sekolah Pak Mustar, yang diperankan oleh Landung Simatupang, aktingnya sangat natural, kuat dan punya kharisma. Yang kedua adalah sang pemusik Melayu yang flamboyan, Bang Zaitun yang diperankan Jay Widjayanto, aktingnya sangat menyenangkan untuk dilihat.

Yang ketiga adalah akting Mathias Muchus, yang walaupun hanya beberapa kali tampil, tapi setiap kemunculannya, bahkan walaupun ia hanya mengucapkan ”assalamualaikum” benar-benar dalam dan menyentuh. Selamat bang Muchus! Tapi secara keseluruhan akting seluruh pemain sangat baik, termasuk akting ”para pemimpinya”, dari anak-anak sampai dewasa.

Film Sang Pemimpi ini patut dan wajib ditonton semua orang Indonesia, dan terutama mereka yang mempunyai impian-impian besar. Disini anda akan melihat bagaimana impian-impian besar itu dibentuk. Setelah anda menonton film ini, lihat lagi rumus diatas. Selamat menonton!

Cerita : 5 dari 5 bintang.
Akting : 4 dari 5 bintang.


humm....gmn ya...pendapat orang itukan berbeda** ya..

termasuk aku..

di film ini aku ngeliat sosok aray yng bagai malaikat..sosok yng kuat tapi berhati kapas....dan jangn terlena dengan covernya saja...sebenernya dia punyak suatu hal yng sangat sakit di hatinya..

tapi aku salut dengan cara dia menyembunyikan sisi lemahnya dengan senyumnya...

ku beri 5 jempol untuk sosoknya.....

dari film ini ku bisa ambil suatu kesimpulan...

bahwa..sesungguhnya kalau hidup itu harus punyak tujuan....biar kita punyak semangat untuk menjalaninya,,,,

dan satu hal lagi....

kita itu harus bermimpi...karna mimpi kita akan menuntun kita untuk tetap semangat....menuntun kita untuk tetap hiduo..merangkul kita ketika kita terjatuh...

applaus untuk sang pemimpi...^^

READ MORE - RESENSI FILM SANG PEMIMPI : Cara Mudah Pergi ke Sorbonne!
| More

Film Laskar Pelangi



Tanggal 25 September kemarin, aku termasuk dari sedikit orang yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk menonton premiere Laskar Pelangi. Tentunya seneng banget rasanya, karena buat aku novel Laskar Pelangi memang sudah begitu spesial. Film yang diangkat dari bagian pertama novel tetralogi dengan judul yang sama ini memang begitu fenomenal. Pada postingan sebelumnya udah aku ceritain gimana menggebu-gebunya antusias dari warga Jogja untuk berebutan nonton film yang disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri Mira Lesmana ini.

Film berdurasi sekitar 2 jam ini menceritakan kehidupan 10 anak untuk mendapatkan pendidikan di salah satu pulau terkaya Indonesia, Belitong (bagian dari Provinsi Bangka Belitung). Bersama dua guru terkasih mereka, Ibu Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara) mereka berhasil membuktikan bahwa keterbatasan tidak mampu untuk menghambat semangat mereka untuk berprestasi dalam pendidikan.


Ikal, Lintang dan Mahar adalah salah satu dari murid-murid spesial di SD Muhammadiyah Gantong, bersama ketujuh teman mereka yang lain mereka tergabung dalam Laskar Pelangi. Mahar dengan cita rasa seninya yang tinggi berhasil membuat SD Muhammadiyah berprestasi pada Lomba Karnaval 17-an. Juga Lintang yang cerdas mampu menjadikan SD Muhammadiyah memenangkan perlombaan cerdas cermat, meskipun akhirnya nasib buruk menimpanya. Sementara Ikal yang terlibat asmara dengan seorang putri tionghoa. Keseluruhan kisah mampu terjamu secara apik dan mengharukan. Sinopsis selengkapnya, lihat disini..

Secara umum film ini memang mendidik sekaligus menghibur. Namun durasi film yang cukup singkat untuk sebuah adaptasi dari banyak kisah dalam buku Laskar Pelangi cukup banyak memangkas banyak cerita aslinya (sesuai dalam buku). Aku sedikit kecewa, pemangkasan cerita itu malah dibumbui oleh beberapa kisah yang tidak terdapat dalam buku. Mungkin itulah yang dinamakan adaptasi, tidak selalu berpatokan pada cerita asalnya.


Andrea Hirata sendiri mengatakan "Film Laskar Pelangi merupakan karya sineas film, bukan karya saya, sehingga saya tidak akan banyak ikut campur dalam pembuatannya". Anjuran aku, bila ingin lebih puas memaknai kisah Laskar Pelangi, lebih baik sebelum atau sesudah melihat film untuk membaca bukunya. Sejujurnya kisah Laskar Pelangi memang begitu panjang dan bermakna untuk diwujudkan dalam sebuah film.

Senada dengan Andrea Hirata, aku kini mulai memandang film dan buku Laskar Pelangi sebagai dua karya dari dua bidang seni yang berbeda. Baik film maupun bovel mempunyai kelebihan masing-masing, juga penggemar tersendiri. Dibanding film-film Indonesia lainnya yang bertebaran di bioskop saat ini, Laskar Pelangi mampu menyuguhkan tontonan yang lebih bermutu sekaligus mendidik. Ayo rame-rame tonton film ini di bioskop terdekat, tapi harus cepat-cepat karena tiketnya terbatas dan laku keras, hehehe.



sumpah keren teman....ni film sepanjang massa..g bakal ada matinya..
kecerian..semangat..harapan...senyuman....kegigihan..
semuanya ada disini..
membuat kamu lebih semangat untuk jalani hidupmu....^_^
READ MORE - Film Laskar Pelangi
| More